Selasa, 01 Mei 2012

Sorry Sorry - Suju

Naah sehubungan atas suksesnya Super Show 4 Super Junior World Tour baru-baru ini (konser Suju yang diadakan pada tanggal 27-29 April 2012 di Jakarta) aku akan posting beberapa lagu Suju yang aku suka.
Berikut ini adalah lirik lagu Sorry Sorry =)

Dance Dance Dance Dance
Dance Dance Dance Dance
Dance Dance

***
Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo baby

Baraboneun nunbit soge
Nunbit soge naneun machi
Naneun machi mwoe hollin nom
(Ijen beoseonajido motae)
Georeooneun neoui moseup
Neoui moseup neoneun machi
Nae simjangeul barpgo wannabwa
(Ijen beoseonajido motae)
*courtesy of umi-yanti-1412.blogspot.com
Eodil gana dangdanghage
Utneun neoneun maeryeokjeok
Chakhan yeoja ilsaegiran
Saenggakdeureun bopyeonjeok
Dodohage geochim eopge
Jeongmal neoneun hwansangjeok
Dorikil su eobseulmankeum
Nege ppajyeo beoryeosseo

Repeat ***

#
Ttanttan ttanttada tta ttaranttan
Ttanttan ttanttada tta
Nege banhaebeoryeosseo baby
Ttanttan ttanttada tta ttaranttan
Ttanttan ttanttada tta ttarappappara

Hey girl gir gir gir gir gir girl I
Nunmantteumyeon ni saenggak (Hey girl)
Janakkaena sasil neo hana bakke anboyeo
(Malhaebwa) Ni mame naega
(Malhaebwa) Jari jabanneunji
(Malhaejwo) Naege marhaejwo
(Naneun babo babo babo)

Jubyeon saramdeureun malhae
Naega neomu jeokgeukjeok
I sesange geureon saram
Eodi handurinyago
Geugeol molla geunyeol molla
Shigihamyeo haneun mal
Naega bureopdamyeon geugeon
Geudaedeuri jineun geo

Repeat ***

Repeat #

Let's dance dance dance dance
Let's dance dance dance dance
Let's dance dance dance dance
Dance dance

Hey ije geuman naege wajullae
Jeongmal michil geotman gata yeah
Nan neoman saranghago shipeo
Jeoldae dashi hannun pal saenggak eobseo hey, hey, hey

Aeiniragiboda chingugateun
Naega doego shipeo
Neoui modeun gomin seulpeum
Hamkke ganjikhagopa
Dashi eobseul mankeum mankeum
Neoreul neomu saranghae
Naega baran saram niga baro geu
That that that girl

Repeat ***

Sorry, hahaha


Read the rest ^,^

Kamis, 19 April 2012

Bawalah Aku ke Hatimu : VI

Setelah 2 minggu berlalu, Suzan dan Kevin memutuskan untuk tidak saling menghubungi satu sama lain. Mereka merenungi apa yang harus mereka lakukan untuk kelanjutan hubungan mereka. Apakah harus dilanjutkan atau diakhiri sampai di sini?

Kevin sedang duduk di sebuah gazebo yang tepat berada di depan kamarnya. Di sekelilingnya ada banyak sekali jenis bunga yang sedang bermekaran. Aroma khas yang keluar dari bunga-bunga tersebut membuat pikiran Kevin cukup tenang. Udara pun terasa sejuk. Sesaat kemudian ia tertidur sambil memeluk foto dirinya bersama Suzan.

"Kak, aku mau ke rumah sakit. Kakak mau ikut gak?" tanya Audrey pada Ayu.
"Sorry banget Drey, kakak juga mau pergi nih. Ada urusan mendadak di kampus."
"Oh, kalo gitu kita bareng aja kak."
"Oke, tunggu bentar ya."

Setelah menutup dan mengunci pintu rumah dan pagar mereka pun segera menyetop sebuah taksi. Di tengah perjalanan, Audrey tiba-tiba menyuruh taksi itu berhenti dan segera turun.

"Drey, kamu mau kemana?" teriak Ayu.
"Sebentar kak, aku mau beli sesuatu!"

Tidak lama kemudian Audrey kembali dengan membawa satu buket bunga Chrysanthenum ungu yang memiliki arti keinginan kuat untuk sehat. Ayu yang melihat Audrey membawa bunga tersebut pun tersenyum halus.

"Ini hadiah untuk Danar." ucap Audrey bersemangat.

Sepanjang perjalanan Audrey terus tersenyum. Entah mengapa ia merasa sangat bahagia dan tenang.
*****

"Danar, happy 3rd anniversary. Hari ini gak terasa ya kita udah jadian selama 3 tahun. Tapi sayang selama setahun ini kamu terus tidur... Aku mohon kamu bangun ya, biar kita bisa ngerayain bareng."

Audrey mengecup kening Danar dengan lembut. Mengelus pipinya. Menggenggam tangannya. Dan memeluknya dengan hangat. Air mata Audrey mengalir di pipi Danar. Audrey teringat dengan bunga yang ia beli tadi. Ia segera meletakkannya di samping ranjang Danar. Ia tersenyum.

Dengan perlahan Danar menggerakkan bola matanya. Ia membuka kelopak matanya dengan amat perlahan. Audrey yang melihat kejadian itu terkejut. Ia langsung menekan tombol untuk memanggil dokter. Audrey berulang kali menekan tombol tersebut. Ia menggenggam erat jari-jari lemas Danar.

Akhirnya Dokter pun tiba dengan dua perawat. Mereka segera memeriksa kondisi Danar. Audrey tersenyum bahagia hingga ia meneteskan air mata. Ia meraih kalung pemberian Danar.

"Bagaimana dok keadaan Danar?" tanya Audrey dengan antusias.
"Syukurlah, kondisinya cukup stabil. Dia sungguh beruntung. Nanti kami akan memeriksanya lebih lanjut. Kami permisi." jelas dokter.
"Terima kasih Dok! Terima kasih!"

Dokter dan perawat pun keluar. Kini tinggallah Audrey dan Danar di dalam ruangan itu. Audrey menghampiri ranjang Danar dengan senyum. Namun Tidak ada ekspresi apa pun yang ditunjukkan oleh Danar. Audrey menjadi ragu. Ia memelankan langkah kakinya. Raut wajahnya menjadi sedih. Tetap tidak ada ekspresi dari Danar. Wajahnya dingin, seolah-olah tidak memperdulikan Audrey.

"Danar..."
Tidak ada jawaban.

"Danar, kamu kenapa diam? Kamu gak inget sama aku ya? Aku Audrey. Audrey. Kamu inget kan?"
Tetap tidak ada jawaban.

"Eee, setahun yang lalu kamu kecelakaan terus koma. Waktu itu kita mau ngerayain hari jadi kita yang ke-2. Mmm... Hari ini kita anniversary yang ke-3 loh. Kamu inget kan? Oh iya, kalung ini kamu loh yang kasih ke aku..."

"I LOVE YOU, Audrey." ucap Danar memutuskan perkataan Audrey.
*****

To Be Continued . . .


Umi Yanti

19 April 2012
Read the rest ^,^

Sabtu, 14 April 2012

Bawalah Aku ke Hatimu : V

“Kevin, kamu sebenernya kenapa? Aku bingung sama kamu.”
“Maafin aku Suzan. Aku Cuma ingin jujur sama kamu, aku gak ingin kamu tau hal ini dari orang lain.”

Raut muka Kevin benar-benar menunjukkan bahwa ia sebenarnya tidak ingin Suzan mendengar pengakuannya. Namun, mungkin akan lebih baik jika Suzan mendengar langsung penjelasan itu dari Kevin.

“Tapi vin...”
“Suzan, aku sayang banget sama kamu, kamu tau kan?”
“Ini, ini bikin aku sakit banget. Aku...” cairan hangat di pelupuk mata Suzan pun tumpah.

Suzan pun berlari meninggalkan Kevin. Kevin mengejar. Namun, sesaat kemudian Suzan membalikkan badannya dan melarang Kevin untuk mengejarnya. Ia sedang ingin sendiri. Kevin yang juga merasa sedih tidak dapat berbuat apa-apa.

Tidak jauh dari taman itu, masih ada Isabel dan Audrey yang juga sibuk dengan masalah mereka sendiri. Isabel pun menjelaskan apa yang selama ini ia alami dan rasakan. Tidak mau kalah dengan Isabel, Audrey pun mengatakan bahwa Isabel tidak pantas menjadi sahabatnya lagi karena ia telah menyembunyikan hal ini darinya.

“Kenapa kamu gak pernah cerita sama aku? Kalo aja kamu bilang dari dulu, mungkin kita gak bakal kayak gini Bel!” Audrey memarahi Isabel.
“Semua ini demi Danar. Aku biarin kalian bersatu karena aku tau Danar sayang banget sama kamu. Danar memang sejak lama suka sama aku, tapi sejak kehadiran kamu dia mulai suka sama kamu. Sebagai orang yang sangat cinta sama dia, aku rela lepasin dia biar kalian bisa bersama. Aku rela Drey.”
“Jadi, sebenarnya aku adalah batu penghalang kalian, penghalang cinta kalian. Kalo aku gak pernah muncul di antara kalian, mungkin kalian bakalan bisa sama-sama.” Audrey menyesal.
“Drey, aku benar-benar minta maaf, aku cuma mau jujur sama kamu.”
“Aku ngerti Bel. Aku juga gak bisa nyalahin kamu atau pun Danar. Kamu tau kan, cinta aku begitu besar buat Danar. Mungkin sebaiknya untuk beberapa saat ini, kita gak usah ketemu dulu.” pinta Audrey.
“Iya, benar. Mungkin akan lebih baik.”

Mereka pun pulang. Sesampainya di rumah, Ayu heran melihat mata sembab adiknya itu. Audrey segera berlari menaiki tangga. Membuka pintu kamarnya dan meluncur di tempat tidurnya. Ia menarik foto Danar yang berada di atas meja kecil di samping tempat tidurnya. Kemudian dipeluknya foto itu.

Ayu menyusul Audrey. Ia sangat bingung dengan sikap tidak wajar Audrey. Ia sangat yakin telah terjadi sesuatu. Di dalam kamar Audrey sedang mengalun sebuah lagu yang di bawakan oleh M2M.

Did I lose, my love to someone better?
And does she love you like I do?
I do, you know I really really do.
Well hey, so much I need to say.
Been lonely since the day.
The day you went away...
So sad but true, for me there’s only you.
Been lonely since the day.
The day you went away...

Ayu segera mengecilkan volume lagu tersebut. Ia mendekati Audrey dan berusaha mencari tau apa yang telah terjadi.

“Drey, kamu kenapa?”
“Kak...” pandangan Audrey tidak jelas karena di penuhi oleh air mata.
“Iya, kenapa kamu nangis? Apa ada hubungannya sama Isabel?” Ayu menebak.

Dengan perlahan Audrey menjelaskan semua yang telah terjadi antara dirinya dan Isabel. Dengan perasaan iba, Ayu terus mendengarkan cerita adik sepupunya itu. Audrey sekarang berada di dalam pelukan hangat Ayu.

“Untuk itulah selama ini kakak kurang suka sama Isabel, kakak merasa ada yang ia sembunyikan. Dan sekarang benar kan? Ia benar-benar menyembunyikan sesuatu dari kamu.”
“Tapi, sejujurnya aku tidak marah padanya. Melainkan aku merasa bersalah pada Isabel, kak.”
*****
To Be Continued . . .


Umi Yanti

13 April 2012
Read the rest ^,^