Selasa, 30 September 2014

Rasa.
Sesuatu yang nyata dan tentu ada namun tak berwujud. Karena tak berwujud itulah orang lain menjadi tak mengerti. Kita sulit mengungkapkan karena terkadang apa yang kita rasakan belum tentu akan tersampaikan dengan tepat.

Benar-benar mengharapkan orang lain mengerti, tapi hati dan pikiran setiap manusia beraneka ragam, sulit untuk menemukan mereka yang mampu memahami rasa ini. Bahkan hanya sekedar menceritakan rasa yang sesungguhnya pun belum mampu kulakukan. Aku tak menemukan seseorang yang tepat untuk kujadikan teman berbagi. Ingin rasanya meluapkan semua yang ada di hati dan pikiran ini, tapi aku tak bisa. Keraguan ini selalu mencegah dan berhasil menahanku hingga akhirnya aku akan selalu sendirian menanggungnya. Akan terus memendamnya.

Waktu berjalan begitu cepat, namun aku masih seperti ini. Keinginan dan pikiran ini boleh saja berkeliaran kemanapun yang ia hendaki, tapi tetap saja ini masalah rasa. Mengapa sulit sekali membangun kepercayaan itu? Kepercayaan yang mampu membuatku yakin untuk berbagi semua yang kurasakan.

Ingin sekali pergi ke suatu tempat yang sepi, di mana hanya ada aku sendiri, berdiri di bawah pohon rindang yang berada di tepi jurang, lalu berteriak sekeras-kerasnya. Megeluarkan segala isi hatiku, melepaskan beban yang menurutku amat berat. Melakukannya sampai aku merasa lebih baik. Kemudian tertawa girang atas apa yang kulakukan itu. Menikmati pemandangan yang tersaji di hadapanku sambil menghela napas kepuasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar